Kamis, 06 Desember 2018

in-DONE-sea, Mau Kemana?


      Apakah bekerja sama dengan mengabdi? Banyak orang bekerja, namun apakah kerjanya dinilai sebagai pengabdian? Dalam KBBI V 0.2.1 Bekerja adalah “melakukan suatu pekerjaan (perbuatan); berbuat sesuatu. Sedangkan mengabdi bermakna “menghamba; menghambakan diri; berbakti. Dari kedua etimologi di atas, adakah persamaan keduanya, ataukah perbedaan yang lebih mencolok.
Istilah bakti/ngabdi sering dikaitkan dengan hal-hal yang bersifat spiritual atau religiutas. Seperti contohnya, mengabdi kepada Tuhan, berbakti kepada ibu-bapak. Pada dasarnya, kata bakti sudah lama terdengun disematkan kepada hal-hal eksternal ketuhanan, seperti baktinusa. Kata tersebut berakar kepada bakti dan nusa, nusa mengerucut kepada pulau. Artinya bakti nusa adalah, bentuk dedikasi seseorang kepada daerahnya, wilayahnya, tempat tinggalnya.

     Kembali ke-paragraf awal, bahwa kita sebagai penduduk yang terbilang muda, bersiaplah untuk mengabdi, karena mengabdi adalah bekerja, namun bekerja belum sepenuhnya mengabdi. Pengabdian tak sempit hanya melakukan yang ada. Tanpa adanya ghiroh[1] untuk berinovasi. Di dalam lagu yang selalu dibawakan oleh suatu ormas, ada lirik “Hubbul Wathan Minal Iman” cinta Negara adalah bentuk kuatnya iman seseorang. Bentuk kuat keimanan berbanding lurus dengan pengabdian sejati.

     Ada suatu syair yang dipakai oleh pesantren di Indonesia, “Al-Muhafadzotul ‘Ala Al-Qodiimi As-Sholih Wa Al-Akhzu Bil Jadidi Al-Aslah” menjaga sesuatu yang sudah baik, dan melakukan hal yang lebih baik lagi. Ini slogan kretivitas. Maka sebagai pengabdi Negara, harus memiliki jiwa kreatif, Indonesia perlu orang yang kreatif. Suatu Negara perlu anak muda yang bergerak maju, untuk negaranya. Indonesia sekarang genting dan butuh kreativitas yang tinggi. Ada hal-hal yang sudah baik di Indonesia, tapi kita sebagai anak bangsa yang mengabdi untuk negeri, harus kretaif dan berinovasi, serta harus mengambil peran dan andil untuk membangun diri, bangsa, dan agama.

4 Tahun kepemimpinan pak jokowi, Indonesia banyak berbenah, bekerja bukan lagi untuk sekadar materi, tapi dedikasi tinggi, mengabdi untuk negeri ini. 4 Tahun Indonesia dipimpin Presiden Jokowi, Indonesia mulai bangkit dari segenap penjuru, kita siap menjai macan Asia, kita siap berdiri sebantar dan membusungkan dada bangga dengan Indonesia. perjalanan bangsa ini masih panjang, mari kita tingkatkan diri, tingkatkan potensi, tingkatkan kompetensi, menjadi yang termasuk pengguncang dunia. Dengan kreativitas dan inovasi serta semangat berlajar yang tak henti, In-DONE-sea akan maju, makmur dan sejahtera.
     Penutup, seperti yang menjadi slogan Bapak Presiden Jokowi, kerja, kerja dan kerja. Kerja dulu, kerja lagi, kerja terus. Namun yang terpenting, bekerja untuk mengabdi, mengabdi untuk Illahi, bekerja kini, jaya nanti. Pak Andoko Darta berpesan di Opening Materi Acara Flash Blogging (4 Tahun Indonesia Kreatif) “Anak Muda Maju, Indoneisa Maju, jangan hanya jadi konsumen, bergerakkalah untuk menjadi produsen, Negara ini membutuhkan anak-anak muda yang kreatif, inovatif dan dedikatif.


[1] keinginan

0 komentar:

Posting Komentar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More