This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 06 Mei 2015

perjalanan kuliah semester dua

2/ Senin 2015….”
Hari itu datang juga akhirnya, hari dimana semua mahasiswa baik lama maupun yang  mau menjadi lama masuk kembali ke kampus UINSA tercinta. Kerumunan anak-anak semester dua membuat suasana fakultas semakin penuh dan bergemuruh, setiap orang ingin mengetahui dimana kelas Intensif Bahasa Arab dan Inggris mereka. Algi salah seorang anak BKI memasuki kelasnya dengan lemas tak bergairah, Karena dia masuk ke dalam kelas dalam kategori bawah. Bukan dia bodoh atau tak bisa menjawab soal, tapi karena dia tak mengikuti satu dari ujian yang diujikan di semester satu. Alhamdulillah saya masuk dalam kelas unggulan (bagi yang tersinggung ini hanya pengakuan sendiri).
Masuk dalam kelas yang berbeda dan teman-teman yang berbeda pula, juga pengajar dan materi yang berbeda, membuatku harus berjuang dan tampil dengan kapasitas yang berbeda, dan diperhitungkan di situ. Bukan mau menyombongkan, tapi begitulah cara mengaktualisasikan bakat kita. Karena saya percaya, orang tidak Akan tahu tentang kita kecuali kita mau menunjukkan kepada mereka apa yang kita bisa. Berjalan beberapa saat pelajaran Bahasa Arab, saya mendapatkan kesempatan untuk berbicara tentang apa motivasi terbesar saya mempelajari Bahasa Arab. Dengan tegas saya katAkan bahwa motivasi terbesar saya adalah, pertama: berdasarkan hadits Nabi, yang kedua: di abad globalisasi ini kita banyak menyaksikan bahwa diluar sana Islam banyak dihujam dan dilawan oleh orang barat dengan perang pemikiran. Dikenal dengan istilah ghozwul fikri. Karena mereka sadar bahwa Islam dari dulu tidak takut dengan kematian, bagi orang Islam kematian melawan orang-orang kafir adalah mati syahid dan balasannya adalah Surga. Berdasarkan statement ini mereka mulai berfikir dan menetapkan untuk mempelajari Islam dengan mempelajari Bahasa Arab maka mereka Akan paham Al-qur’an secara komprehensif. Bahkan dari kalangan mereka ada yang sudah hapal Al-qur’an. Dengan kenyataan atau fenomena seperti ini saya termotivasi untuk mempelajari Bahasa Arab secara intens agar dapat memahami Al-qur’an dengan baik dan benar. Alasan ketiga: agar memudahkan saya berkomunikasi dengan orang Arab. Dengan berapi-api saya mengatAkan hal itu dan membuat semua orang terpukau (hahahahaha). Sejam berlalu hingga usailah intensif Bahasa Arab.
Sejurus kemudian, kami masuk ke kelas D1 203 untuk mengikuti kuliah Tafsir BKI dengan guru besar UINSA Prof Ali Aziz.

Senin, 04 Mei 2015

this me




Disini saya akan menjelaskan kepada anda tentang eksistensi saya di uin sunan ampel ini
1.      Saya adalah santri kebetulan mendapat beasiswa dari kementrian Agama RI untuk masa studi selama 3-4 tahun mendatang.
2.      Jurusan saya adalah Bimbingan Konseling Islam atau biasa di singkat dengan BKI
3.      Saya berasal dari Riau kalau di pikir pikir terlalu jauh rasa nya saya sekolah di surabaya namun,karena ini beasiswa gak mungkin saya tolak.jika saya tolak konsekuensi nya ada 2:
1.pesantren saya bisa di black list selama nya
2.saya gak bisa ngeringan beban kan ibu saya selama kuliah karena sudah jelas saya pasti minta sama beliau uang kuliah
4.      Saya memiliki teman teman dari pelbagai daerah ada yang dari sulawesi ada yang dari maluku ada yang dari kalimantan ada yang dari madura dari sumatera yang pasti dari jawa jelas ada
5.      Saya masih baru menjadi mahasiswa di uin ini dengan sifat yang agak kurang jelas saya agak sengan berkenalan di sini ,khusus nya orang jawa (selain anak pbsb karena saya sudah dekat dengan mereka) karena orang jawa memiliki sifat yang jauh berbeda dengan saya …..lembut ,sopan,santun,baik ,lah   saya kasar,biadab,bengis,pemarah,100% jauh beda
6.      Saya lahir dari keturunan batak mandailing dengan marga NASUTION bukan margasatwa atau margarin ini adalah keturunan yang menurut saya sangat sensitif dengan budaya batak .namun,yang saya bingungkan kenapa hingga saat ini saya tidak pandai bahasa batak sekalipun kecuali yang pasaran.
7.      Saya bingung mau milih ukm apa yang pantas dengan bakat saya karena akhir akhir ini saya lebih sering berkonsentrasi dengan pengkorean upil karena sudah berapa ton belum di korek ,sayang nya disini tidak ada ukm tentang pengkorean upil terdalam dan terbanyak.
8.      Penampilan adalah hal yang paling saya perhatikan karena kalau saya sedikit aja salah berpenampilan bisa dikira pemulung atau palingan pengamen
9.      Keberadaan saya di uin ini belum dilirik sama siapapun apa disini harus ada seleksi muka ya .kalau saya lihat dikaca muka saya lebih cenderung mirip jempol kaki nya raffi ahmad kayak nya
10.

"TEMAN, I LOVE YOU FOREVER"



Kicauan burung terdengar indah menawan, semilir angin menarikan daun dan dahan, gemercik air saling bersahutan, ikan-ikan berlari kesana-kemari mencari makanan, burung-burung beterbangan tak tentu arah dan tujuan, ditambah dengan panaroma alam yang menakjubkan, dari hamparan sawah ke ranah pegunungan. Sungguh, suasana pagi yang nyaman. Pagi itu, ditemani secangkir kopi hangat, dengan beralaskan tikar aku duduk di pendopo tak jauh dari sawahku, memandangi padi yang mulai menguning, Sesekali menggoyangkan orang-orangan yang dibuat ibuku, untuk mengusir burung-burung yang menghampiri padi. Liburan kali ini, aku banyak menghabiskan waktu di sawah. Namun, hatiku  tak senyaman suasana saat itu. Budi adalah seorang teman yang biasa kuajak ke sawah, selain baik dia juga penurut dan gak banyak nanya. Namun kali ini tidak lagi. Aku ingat sekali kejadian yang sangat memilukan hatiku dan keluarganya.
“Budi, besok pagi kita ke sawah yuk”, ajakku suatu hari.
“ayoklah”, jawabnya tanpa banyak tanya.
Menjelang matahari terbit, kami bergegas pergi ke sawah dengan mengendarai sepeda dan membawa satu buah pancing. Karena selain mengusir burung-burung kami juga berniat memancing di sungai yang tak jauh dari sawahku. Setelah lama di pendopo, Kami memutuskan untuk pergi ke sungai dan bersepakat kalau aku yang mancing duluan dan dia mandi.  Aku yang asik memancing  tak sadar kalau si  Budi tenggelam dan berteriak minta tolong. Aku kebingungan karena aku tak pandai berenang. Kuputuskan untuk memangil warga disekitar situ, namun tak satupun kujumpai, dengan berlari ku bergegas pergi ke rumah Budi karena jarak rumahnya ke sawah lebih dekat daripada rumahku. Dengan bercucuran air mata kujumpai orang tua budi.
“ada apa nak, kok nangis?”
“Budi pak....Budi pak.....Budi pak”
“kenapa Budi?
“Budi tenggelam pak”
“ya Allah”

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More