Apakah bekerja sama
dengan mengabdi? Banyak orang bekerja, namun apakah kerjanya dinilai sebagai
pengabdian? Dalam KBBI V 0.2.1 Bekerja adalah “melakukan suatu pekerjaan
(perbuatan); berbuat sesuatu. Sedangkan mengabdi bermakna “menghamba;
menghambakan diri; berbakti. Dari kedua etimologi di atas, adakah persamaan
keduanya, ataukah perbedaan yang lebih mencolok.
Istilah bakti/ngabdi sering dikaitkan
dengan hal-hal yang bersifat spiritual atau religiutas. Seperti contohnya,
mengabdi kepada Tuhan, berbakti kepada ibu-bapak. Pada dasarnya, kata bakti
sudah lama terdengun disematkan kepada hal-hal eksternal ketuhanan, seperti
baktinusa. Kata tersebut berakar kepada bakti dan nusa, nusa mengerucut kepada
pulau. Artinya bakti nusa adalah, bentuk dedikasi seseorang kepada daerahnya,
wilayahnya, tempat tinggalnya.
Kembali ke-paragraf
awal, bahwa kita sebagai penduduk yang terbilang muda, bersiaplah untuk
mengabdi, karena mengabdi adalah bekerja, namun bekerja belum sepenuhnya
mengabdi. Pengabdian tak sempit hanya melakukan yang ada. Tanpa adanya ghiroh[1] untuk
berinovasi. Di dalam lagu yang selalu dibawakan oleh suatu ormas, ada lirik “Hubbul
Wathan Minal Iman” cinta Negara adalah bentuk kuatnya iman seseorang. Bentuk
kuat keimanan berbanding lurus dengan pengabdian sejati.
Ada suatu syair yang
dipakai oleh pesantren di Indonesia, “Al-Muhafadzotul ‘Ala
Al-Qodiimi As-Sholih Wa Al-Akhzu Bil Jadidi Al-Aslah” menjaga
sesuatu yang sudah baik, dan melakukan hal yang lebih baik lagi. Ini slogan
kretivitas. Maka sebagai pengabdi Negara, harus memiliki jiwa kreatif,
Indonesia perlu orang yang kreatif. Suatu Negara perlu anak muda yang bergerak
maju, untuk negaranya. Indonesia sekarang genting dan butuh kreativitas yang
tinggi. Ada hal-hal yang sudah baik di Indonesia, tapi kita sebagai anak bangsa
yang mengabdi untuk negeri, harus kretaif dan berinovasi, serta harus mengambil
peran dan andil untuk membangun diri, bangsa, dan agama.
4 Tahun kepemimpinan pak
jokowi, Indonesia banyak berbenah, bekerja bukan lagi untuk sekadar materi,
tapi dedikasi tinggi, mengabdi untuk negeri ini. 4 Tahun Indonesia dipimpin
Presiden Jokowi, Indonesia mulai bangkit dari segenap penjuru, kita siap menjai
macan Asia, kita siap berdiri sebantar dan membusungkan dada bangga dengan
Indonesia. perjalanan bangsa ini masih panjang, mari kita tingkatkan diri,
tingkatkan potensi, tingkatkan kompetensi, menjadi yang termasuk
pengguncang dunia. Dengan kreativitas dan inovasi serta semangat berlajar yang
tak henti, In-DONE-sea akan maju, makmur dan sejahtera.
Penutup, seperti yang
menjadi slogan Bapak Presiden Jokowi, kerja, kerja dan kerja. Kerja dulu, kerja
lagi, kerja terus. Namun yang terpenting, bekerja untuk mengabdi, mengabdi
untuk Illahi, bekerja kini, jaya nanti. Pak Andoko Darta berpesan di Opening
Materi Acara Flash Blogging (4 Tahun Indonesia Kreatif) “Anak Muda Maju,
Indoneisa Maju, jangan hanya jadi konsumen, bergerakkalah untuk menjadi
produsen, Negara ini membutuhkan anak-anak muda yang kreatif, inovatif dan
dedikatif.







